Lebaran2

Wahai diriku sayang.
Gegap gempita lebaran, meski tidak semeriah beberapa tahun yang lalu, tetap saja memancarkan kebahagiaan tersendiri bagimu.

Wahai diriku sayang.
Katanya, ini hari kemenangan yah?
Kemenangan dari apa?
Para setan kan memang sudah dibelenggu.
Menang melawan hawa nafsu pribadi?
Memperoleh kemenangan dalam hal apa pun, semata-mata karena adanya campur tangan Allah Ta'ala. Tanpa pertolongan dan bimbingan-Nya, kamu bisa apa?

Memang benar, sepatutnya kita bersyukur, tapi jangan sampai salah caranya. Jangan terperdaya glamornya dunia fana.

Di sini, gema takbir berbaur suara petasan sibeberapa tempat. Sementara di belahan bumi yang lain, gema takbir hampir tak terdengar, tertindih suara ledakan dahsyat, di bawah ancaman granat, bom dan senjata lainnya. 

Pantaskah kita terlena dengan eforia lebaran?
Pantaskah kita bersuka ria aecara berlebihan?
Sementara saudara kita di belahan bumi yang lain serba kekurangan, kelaparan, ancaman mengintai setiap sa'at.

Wahai diriku sayang.
Cukup!
Cukup!
Jangan berlebihan!
Selagi masih ada waktu, puasa sunah syawal, Insya Allah mampu meredam gairah berpesta dan hura-hura.
Cukup sudah!
Mari isi Bulan Syawal penuh rasa syukur yang sesungguhnya.
Ucapkan selamat jalan pada Ramadhan, semoga kelak kalian berjumpa kembali. Kalaupun tidak berjumpa, semoga kamu kelak menghadap-Nya dalam keadaan beriman dan layak bertemu dengan-Nya. Aamiin. 🤲

Wahai diriku sayang.
Selain mema'afkan orang lain,
jangan lupa, ma'afkan juga dirimu sendiri. Okay?
I love you so much. 🥰😍😘

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Hobby

GUSAR? GUNDAH GULANA?

Motivasi Dari Do'a Harian Ramadhan