GUSAR? GUNDAH GULANA?
Assalamu'alaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh.
Wahai diriku sayang.
Alhamdulillah segala puji bagi Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah mempertemukan kita dengan Bulan Suci Ramadhan.
.
Wahai diri,
Melapangkan hati, termasuk perbuatan yang sangat utama. Dengan hati yang lapang, semua persoalan, dengan Izin Allah akan terselesaikan dengan baik, dan pintu rizky terbuka lebar-lebar.
.
Jika hati sedang gusar, gundah gulana, sering-sering membaca Al-Qur'an, Surat Al-Insyirah.
Keutamaan Surat Al-Insyirah dikutip dari kemenag.go.id :
1. اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ
Artinya: "Bukankah kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?"
Maksud dari ayat ini adalah Allah telah membersihkan jiwa Nabi SAW dari segala macam perasaan cemas, sehingga dia tidak gelisah, susah, dan, gusar. Nabi juga dijadikan selalu tenang dan percaya akan pertolongan dan bantuan Allah kepadanya. Nabi juga yakin bahwa Dia yang menugasinya sebagai rasul, sekali-kali tidak akan membantu musuh-musuhnya.
.
2. وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَۙ
Artinya:"Dan kami pun telah menurunkan bebanmu darimu."
Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa Dia bekenan meringankan beban yang dipikulkan kepada Nabi Muhammad dalam menunaikan penyebaran risalah-Nya.
.
3. الَّذِيْٓ اَنْقَضَ ظَهْرَكَۙ
Artinya: "Yang memberatkan punggungmu."
Dengan demikian, dengan mudah Nabi dapat menyampaikannya kepada manusia, dan dengan jiwa yang tentram menghadapi tantangan musuh-musuhnya walapun kadang-kadangan tantangan itu berbahaya.
.
4. وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ
Artinya: "Dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu."
Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah mengangkat derajat Nabi Muhammad, meninggikan kedudukan dan memperbesar pengaruhnya. Itu adalah kemulian tersendiri yang tidak diberikan kepada nabi-nabi yang lain.
.
5. فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ
Artinya: "Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan."
Allah mengungkapkan, bahwa sesungguhnya di dalam setiap kesempitan, terdapat kelapangan, dan di dalam setiap kekurangan sarana untuk mencapai suatu keinginan, terdapat pula jalan keluar.
Demikianlah nikmat-nikmat Ku kepadamu, maka tetaplah optimis dan berharap pada pertolongan Tuhanmu.
.
6. اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ
Artinya: "Sesungguhnya besera kesulitan itu ada kemudahan."
Ayat ini adalah ulangan ayat sebelumnya untuk menguatkan arti yang terkandung dalam ayat yang terdahulu. Bila kesulitan itu dihadapi dengan tekad yang sungguh-sungguh dan berusaha dengan sekuat tenaga dan pikiran untuk melepaskan diri darinya, tekun dan sabar serta tidak mengeluh atas kelambatan datangnya kemudahan, pasti kemudahan itu akan tiba.
.
7. فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ
Artinya: "Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)."
Sesudah menyatakan nikmat-nikmat-Nya kepada Nabi Muhammad dan janji-Nya akan menyelamatkan beliau dari bahaya-bahaya yang menimpa, Allah memerintahkan kepadanya agar mensyukuri nikmat-nikmat tersebut dengan tekun beramal saleh sambil bertawakal kepada-Nya. Bila telah selesai mengerjakan suatu amal perbuatan, maka hendaklah beliau mengerjakan amal perbuatan lainnya.
.
8. وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ ࣖ
Artinya: "Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap."
Dalam ayat ini, Allah menegaskan agar Nabi Muhammad tidak mengharapkan pahala dari hasil amal perbuatannya, akan tetapi hanya menuntut keridaan Allah semata.
.
Wahai diri.
Camkan yah, insight dari kemenag.go.id
Dan laksanakan sepenuh keyakinan, bahwa Allah selalu ada bersamamu dan akan menongmu.
Billahi Taufik Walhidayah Wassalamu'alaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar