HATI-HATI BERTEMAN
Wahai diriku sayang,
Sebagai manusia, terkadang kamu membutuhkan teman dekat untuk dalam hidupmu.
Tetapi, alangkah baiknya, jika pertemanan tersebut, tidak hanya sekadar sebagai sarana mencurahkan isi hati, sebaiknya satu sama lain, harus saling menasehati dalam kabaikan.
Wahai diri, taukah kamu?
Dalam Islam, sudah ada tuntunan bagimu sebagai mukmin untuk memilih teman dekat. Kamu harus hati-hati memilihnya, tidak bisa sembarangan, karena temanmu itu, sangat berpotensi memengaruhi kehidupanmu.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk, ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR Bukhari 5534 dan Muslim 2628).
Maksudnya adalah, bahwa lingkungan pergaulan seseorang bisa memengaruhi perilaku seseorang.
Misalnya, ketika kamu bergaul dengan orang saleh, ahli ibadah dan berakhlak baik, bisa jadi kamu akan ikut ta'at beribadah juga. Sebaliknya, ketika kamu bergaulnya dengan ahli maksiat, jika kamu tidak kuat iman, bisa jadi malah terjerumus ke hal-hal yang buruk dan mencelakakan.
Wahai diri.
Ada tantangan nih untukmu, yaitu 'berani muhasabah diri', teman seperti apa sih kamu? Sudahkah kamu menjadi teman yang akhlaknya sesuai tuntunan Islam?
Akhirul kata, semoga kamu dan semua mukmin di muka bumi ini, mendapatkan teman dekat yang saleh, ahli ibadah dan berakhlak baik, dan kalian bisa saling menjaga dan menyayangi satu sama lain.
Komentar
Posting Komentar